5 Perubahan Sikap Cowokmu saat Hubungan Masuk Fase 6 Bulan, Kamu Nggak Perlu Khawatir Berlebihan

 Cinta

Menjalin suatu hubungan tentu nggak semudah yang ada dibayanganmu. Pasti ada saja beberapa hal yang menghambat, yang sering kali bikin hubungan yang indah itu retak, atau bahkan hancur. Intensitas ketemuan yang menurun, komunikasi yang terhambat karena topik bahasan yang lama-lama membosankan. Hal-hal tersebut datang silih berganti, tapi beda kasusnya kalau kamu baru punya pasangan. Masa-masa 6 bulanan adalah saat di mana cewek harus ngerti dan tabah jika terjadi perubahan sikap pada cowoknya.

Hubungan yang masih dini, sering kali disikapi dengan antusias, meletakkan standar ekspetasi yang tinggi. Persoalannya adalah ketika sikap cowokmu berubah seolah dia nggak suka lagi sama kamu, itu yang kamu rasakan. Padahal jika diresapi, ternyata nggak selamanya perubahan sikap cowok ketika memasuki masa 6 bulan itu berarti dia nggak sayang lagi ke kamu. Kamu harus tahu dan jangan kaget, mereka bersikap demikian karena alasan yang wajar. Lebih jelasnya, yuk simak hal-hal di bawah ini!

1. Kamu merasa dia tak seseru masa-masa pendekatan. Bukan karena sayangnya berkurang, dia cuma sedang merasa tenang dan nyaman denganmu

 hubugan

Kalau kamu ingat saat masa-masa dia masih dalam proses pendekatan kepadamu kamu bakalan merasa sedih, karena jelas sikap cowok berubah. Dulu dia sering banget bikin hal-hal biasa jadi lucu saat itu, sekarang kok beda ya? Tenang, dia masih sayang seperti dulu, sekarang dia lagi merasa nyaman dan tenang karena cewek idamannya
berhasil dia dapat dengan perjuangannya.

2. Kamu dan dia tak lagi kemana-mana berdua. Bukan karena dia mulai jenuh, tapi cowokmu ini justru sedang berusaha mencegah kebosanan datang

 cinta

Terlalu sering ketemuan juga bikin bosan. Kalau dulu pasa masa awal pacaran mungkin dia sering banget ngajak keluar, sekarang mungkin sudah berbeda dan jarang ketemu. Jangan curiga dulu, cowok paham banget kalau intensitas ketemuan terlalu sering malah bikin masalah. Kamu nggak mau kan jadi bosan? Seringkali salah paham dan mentok diobrolan yang garing malah bikin masalah yang fatal di awal hubungan.

3. Ada kalanya dia menyendiri, bukan karena marah denganmu, tapi di sinilah dia sedang menilaimu dari jauh, lewat sikapmu menghadapinya

 hubugan

Kalau dia seolah menjauh, jangan marah dan terlalu curiga. Perlahan dekati dia, dia nggak bakalan nolak kalau kamu yang mulai mendekat. Cowokmu lagi menilai keseriusanmu, lagi mencoba melihatmu dari jauh supaya dia bisa ambil sikap yang cocok dan baik buatmu untuk ke depannya. Tapi, kamu boleh mendekatinya, jangan biarin
dia sendirian sih.

4. Mulai nggak ada kabar dan jarang bertanya balik? Mungkin dia sedang ingin kamu yang lebih perhatian

 cinta

Siapa yang nggak senang dapat perhatian lebih dari cowok idaman. Kamu yang dapat banyak perhatiannya sewaktu pendekatan dulu mungkin sudah saatnya membalas dengan perhatian yang serupa. Mungkin cowokmu memang butuh perhatian, butuh balasan yang setidaknya bisa meredam rasa lelah yang sudah dia terima saat masih pendekatan dulu. Coba deh dekati dia lagi dengan perhatian yang lebih.

5. Dia tak pelit, hanya saja dia mulai memperhatikan pengeluaran kalian, toh ini aslinya cara dia mengajakmu menabung secara halus

 cinta

Cowok rela berkorban dengan cewek yang dia taksir, uang bukan suatu masalah, yang penting dia bisa mendapatkan hati si cewek. Namun, apa kabar pas sudah jadian? Dia nggak pelit, dia lagi mikirin pengeluaran yang terlalu banyak. Dia mau kalau pengeluaran yang banyak itu bisa dia atur sedemikian rupa jadi nggak boros dan bisa pelan-pelan memenuhi kebutuhan untuk hubungan kalian. Kalau kamu memang sayang pada dirinya, bantu dia urus pengeluaran hubungan kalian.

Hidup ini berisi banyak masalah dan ujian kepada manusia yang harus diselesaikan, masalah dan ujian itu akan membentuk manusia menjadi pribadi yang lebih baik. Seperti halnya hidup, menjalin hubungan adalah hal yang nggak terhindar dari masalah, semakin banyak masalah diselesaikan berdua, semakin kokoh pula hubungan yang dibina. Pacaran nggak selamanya berisi masalah, tapi kamu jangan lupa bahwa resiko rusaknya hubungan pasti akan datang. Kamu harus bersiap, kompak dan saling percaya dengan pasangan akan membantu menyelamatkan hubungan kalian. Saling percaya ya kalian berdua.

Saat Masalah Mulai Berdatangan, Hal Utama yang Kamu Butuhkan Adalah Tetap Tenang

 Saat Masalah Mulai Berdatangan, Hal Utama yang Kamu Butuhkan Adalah Tetap Tenang

Sebagaimana kita ketahui masalah adalah bagian dari hidup kita dan ini tak akan terbantahkan ketika seserorang hidup selalu akan merasakan yang namanya masalah. Tapi untuk beberapa orang bisa meredamnya seakan mereka tak ada masalah padahal dihatinya ada luka yang nggak bisa dilihat kebanyakan orang, itu versi baiknya atau bisa dibilang ada positifnya juga dan ada yang melampiaskan masalah dengan hal-hal negatif.

Sadar atau tidak sadar suka atau tidak suka enak atau tidak enak masalah tetaplah masalah yang harus kamu hadapi yang harus kamu selesaikan. kalau kata pepatah bahasa sunda "Kasenang pada nyangka kasusah pada boga". Artinya "Orang lihat kita pada senang tapi kesusahan (masalah) semua pada punya" ini menandakan bahwa semua orang punya masalah dan itu pasti dan terkadang semua orang melihat kita dari sudut yang berbeda yaitu dengan melihat bahwa kita fun ceria padahal tidak pernah tahu apa yang dirasakannya.

Di beberapa negara salah satunya Jepang adalah negara dengan tingkat kebahagian yang rendah, kalau tingkat kebahagian rendah artinya beban stres tinggi yang disebabkan masalah yang menumpuk menyalahkan diri sendiri.  Selain itu banyak faktor yang membuat seseorang di Jepang mengalami tingkat stres yang tinggi dan kalau dilihat dari segi sosial faktor culture jepang mempengaruhi walaupun Jepang terkenal dengan culture disiplin yang tinggi.

Disusul dengan beberapa negara yang mulai mengalami masalah pada sumber daya manusianya yang kalau dilihat mulai masuk negara kita Indonesia. Beberapa bulan terakhir kita dikejutkan dengan seseorang yang bunuh diri dengan live di Facebook, vokalis LP chester bunuh diri akibat stress berkepanjangan, artis yang terlilit hutang dan memutuskan untuk bunuh diri dan yang terakhir dua sepasang adik kaka yang nekat bunuh diri dari apartement lantai 5 di Bandung.

Ini menunjukan bahwa masalah kalau tidak dihadapi dengan benar akan berujung pada hal negatif dan ini kalau dibiarkan oleh kita atau pemerintah berakibat bahwa bunuh diri adalah solusi dari masalah dan menjadi tren masa kini. Solusi seperti apa sih untuk menghadapi masalah semisal masalah yang paling besar sekalipun?

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah dengan tetap tenang dan selalu pikirkan hal positif jangan lupa bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Pikiran tenang akan membuat anda lebih nyaman dan fikiran positif akan membawa kamu jadi lebih optimis untuk segera menyelesaikan masalah kemudian gunakan hal-hal kreatif untuk menentukan solusi yang pantas dan jangan ragu untuk berkonsultasi minimal pada orang tua atau teman dekat sekalipun.

Hal ini dilakukan supaya apa yang ada dalam pikiran maupun hati bisa tercurahkan walaupun kadang teman juga tidak bisa ngasih solusi nggak semua kok. Selalu dekatkan diri dengan tuhan barangkali ada yang salah dengan kita kenapa sampai seperti ini dan yang terakhir jangan pernah berputus asa katakan dalam hati ALL IS WELL.

Selamat bercumbu dengan masalah dan selalu semangat menyambutnya!

Perempuan Tidaklah Bodoh, Melainkan Mereka Hanya Bertindak Dominan Dengan Perasaannya

Banyak lelaki yang bingung dengan sikap perempuan. Dan dengan mudahnya mereka menjudge “cewek itu ribet, baper, cengeng dan penuh drama”.

Ketahuilah wahai lelaki, para perempuan diciptakan berbeda kodrat dengan kalian. Tuhan pula menciptakan manusia berpasang-pasangan, tidak ada yang sia-sia dalam penciptaan-Nya. Justru itulah fungsi Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan dengan kodrat yang berbeda agar laki-laki dan perempuan dapat saling melengkapi.

 harapanku

Kalian para lelaki yang cendrung menggunakan pikiran dan penalaran logis, kami perempuan lebih dominan menggunakan hati dan perasaan. Kalian para lelaki akan menjadi pemimpin dan sudah ditetapkan pula oleh Tuhan agar lelaki menjadi pelindung untuk perempuan.

Perempuan diciptakan dari tulang rusuk kalian yang bengkok, maka luruskanlah perempuan mu dengan perlahan, jika kalian keras memaksanya maka ia akan patah. Gunakanlah pemikiran kalian untuk membimbing perempuan mu, jangan gunakan kepintaran otak kalian untuk menjudge perempuan itu lemah.

Jangan pula kalian merasa risih jika perempun kalian merengek untuk selalu bersama mu, kadang hal tersebut memang menyebalkan bagi kalian tapi perlu kalian tahu itu adalah refleks karena perempuan mu sudah percaya dan nyaman bersama mu. Semandiri apapun perempuan mereka tetap membutuhkan sosok lelaki, ayahnya dan pasangan hidupnya kelak.

Tidakkah kalian tahu Tuhan telah meletakan kelembutan atas perempuan ? disanalah kalian akan menemukan ketentraman. Itulah sebabnya perempuan bertindak lebih dominan dengan perasaannya. Perempuan lebih memiliki rasa empati yang tinggi. Saat perempuan tersakiti dan memaafkan kesalahan kalian kemudian ia memberi kesempatan lagi, bukanlah perempuan itu bodoh.

Karena perasaaannya yang lembut, karena rasa cintanya yang mendalam mereka akan mampu memaafkan dengan harapan dikemudian hari untuk saling memperbaiki kesalahan dan terciptanya kebahagiaan bersama kalian.

Kalian para lelaki janganlah jumawa dengan merendahkan perempuan, tanpa mereka kalian bukanlah menjadi apa-apa. Tidakkah kalian sadar bahwa ibu kalian juga perempuan ? Saat kalian membangun keluarga kelak, kalian pula tak bisa berdiri sendiri tanpa adanya seorang istri.

Jadi berhentilah berpikir cewek itu lemah, payah, ngeribetin, menyebalkan. Justru itulah tantangan bagi kalian untuk membimbingnya. Jika perempuan mu salah, tegurlah ia dan luruskanlah jangan dengan membentak atau dengan kekerasan. Mereka mudah rapuh dan dengan mudahnya hati mereka menjadi porak poranda.

Perempuan akan luluh jika kalian para lelaki memperlakukan mereka dengan kelembutan.

Pada Saat Saya Menjadi Orang yang Jatuh Cinta Diam-Diam

Ada dua tipe orang yang sedang jatuh cinta. Pertama, orang yang dengan terang-terangan menunjukkan perasaannya di depan orang yang dia suka. Kedua adalah orang yang bahkan menatap mata orang yang dia suka aja nggak sanggup. Ya, orang yang jatuh cinta diam-diam.

 harapanku

Di antara dua tipe tadi, kamu tipe yang mana? Pertama atau Kedua?

Well, kalau saya sendiri adalah tipe orang kedua.That's right! Saya adalah tipe orang yang jatuh cinta diam-diam. Saya menyimpan rasa itu untuk saya sendiri. Saya nggak tahu apakah kalau seperti ini saya bisa dikatakan egois, tapi pada kenyataannya saya adalah orang yang seperti itu.

Saya lebih memilih merasakan rasa itu sendiri daripada harus menunjukkan rasa itu ke orang yang saya suka. Saya bahkan nggak akan sanggup menatap mata orang yang saya suka dengan begitu bebas. Saya lebih suka mengamati orang yang saya suka dari jauh. Saya akan merasa cukup hanya dengan apa yang saya lakukan seperti itu.

Mungkin untuk sebagian orang khusunya perempuan, apalagi di zaman sekarang ini apa yang saya lakukan itu adalah hal yang sangat norak, sudah bukan zamannya. Kebanyakan orang in case perempuan di zaman sekarang ini, sudah mulai dengan terang-terangan atau bahasa trendnya blak-blakan menunjukkan rasa sukanya ke orang yang dia suka.

Sekarang ini, hal itu sudah bukan lagi hal yang dianggap tabu, malah sebaliknya sudah dianggap sebagai hal yang wajar. Namun bagi saya, fenomena-fenomena seperti itu bukan saya banget. That's not me at all!

Itu semua mungkin karena dari apa yang saya alami selama ini. Dalam 21 tahun hidup saya di dunia, delapan tahun sendiri saya habiskan untuk menyimpan rasa hanya ke satu orang. Saya nggak tahu pasti apa ini yang orang-orang bilang cinta pertama, intinya selama delapan tahun itu saya menjalani apa yang saya sebut diawal tadi, jatuh cinta diam-diam.

Ya, saya menjadi orang yang jatuh cinta diam-diam selama delapan tahun. Selama perjalanan delapan tahun itu, bukan berarti saya nggak pernah merasakan suka ke orang lain. Bukan. Saya juga sempat beberapa kali memiliki rasa suka ke orang lain, tapi rasa suka itu tidak lebih dari sekedar rasa kagum. Nggak seperti rasa suka yang saya rasakan untuk orang yang sama selama delapan tahun itu tadi. Perasaannya berbeda, lain.

Namun ada satu kali, satu saat di mana saya merasakan rasa suka kepada seseorang dan itu terasa sama seperti yang saya rasakan kepada orang delapan tahun itu. Saya seperti dejavu. Pada awalnya saya berusaha untuk terus menyangkal perasaan itu, tapi pada akhirnya hati tetap nggak bisa bohong. Saya memang merasakan rasa yang sama seperti apa yang saya rasakan ke orang delapan tahun itu.

Ini pertama kalinya, setelah delapan tahun saya menemukan seseorang yang bisa membuat saya merasakan perasaan yang sama seperti yang saya rasakan dengan orang delapan tahun itu. Jika ditanya apakah itu artinya saya sudah tidak memiliki perasaan atau yang orang sekarang bilang sudah move on ke orang delapan tahun itu? Saya sendiri sampai sekarang masih belum bisa jawab itu. Intinya saat ini saya memiliki perasaan yang sama kepada orang baru itu seperti saat saya memiliki perasaan ke orang delapan tahun tadi.

Namun, inilah ketakutan saya selama ini yang malah jadi kenyataan. Selama delapan tahun menjadi orang yang jatuh cinta diam-diam, malah menjadikan saya takut untuk memiliki perasaan kepada seseorang, untuk jatuh cinta. Seakan saya sudah terdoktrin bahwa jika saya jatuh cinta lagi dengan seseorang, maka saya akan terus mengalami seperti apa yang saya alami selama delapan tahun itu.

Saya takut kalau saya jatuh cinta lagi, maka saya akan jatuh cinta diam-diam lagi. Tapi, seperti pepatah lama bilang "nasi sudah jadi bubur", apa yang sudah terjadi ya terjadi, mau diapakan lagi? Pada akhirnya, di sinilah saya sekarang, menjadi orang yang jatuh cinta diam-diam untuk kedua kalinya.

Semua manusia dilahirkan dengan hati yang bersih begitupun kamu.

Haruskah kita berprilaku seperti hewan untuk bisa menjadi yang terbaik? Hidup bukan cuma tentang siapa yang berada diposisi pertama, tapi tetang menjalaninya bersama penghuni bumi yang lain. suka atau tidak kamu tidak hidup sendiri dan suka atau tidak kamu tetap membutuhkan orang lain. Bahkan untuk menjadi orang yang jahat pun kamu membutuhkan orang lain, ya tentu saja kamu membutuhkan orang yang akan jadi korbanmu, untuk menjadi sombong, untuk menjadi egois kamu tetap membutuhkan orang lain.pertanyaan nya apa kamu hidup untuk menjadi orang yang seperti itu?

Di Dunia Yang Egois, Orang Egois Yang Akan Menang

Jika boleh aku meminta padamu tolong baca tulisan ini dengan tulus dan jujur, bisakah selama beberapa menit kedepan kamu membuka gerbang penghalang di pikiran dan hatimu dan biarkan dirimu yang sebenarnya hidup kembali.

Semua manusia dilahirkan dengan hati yang bersih begitupun kamu. Tidak ada manusia yang dilahirkan untuk jadi seorang yang buruk, kehidupannyalah yang akan mengubahnya. Orang yang gagal, orang yang malas, penjahat, pembunuh, percayalah semua keburukan itu adalah topeng yang terbentuk dari kehidupan yang mereka jalani. Karena sebenarnya semua manusia selalu penuh dengan kasih sayang.

Lalu untuk apa kasih sayang jika kamu masih kesusahan menjalani kehidupanmu? Percayalah jika kamu mau hidup yang lebih baik perlakukanlah orang sebagai mana kau ingin diperlakukan, cobalah bereksperimen, selama dua minggu kedepan cobalah menjadi orang yang positif dan bersinar dan lihat perubahan besar yang terjadi segala macam kebaikan dan keberuntungan akan bertubi-tubi menimpamu.

Sebenarnya tidak ada yang namanya keberuntungan, semua yang terjadi pada diri kita adalah hasil dari apa yang sudah kita lakukan. jadi tanamlah benih yang baik maka kamu juga akan mendapatkan buah yang manis.

Olehmu Aku Belajar Ikhlas yang Sesungguhnya

Ketika aku berupaya untuk merubah nasibku, aku terus berdoa kepada DIA yang maha segalanya. Ada rindu yang tak bisa diungkapkan, ada tangis yang tak bisa di jelaskan. Rindu ini, sayang ini semuanya seperti tak mau hilang sama sekali dan seperti tak berkurang sedikitpun. Seandainya aku bisa memilih, sudah pasti aku memilih dia yang menyanyangi aku begitu juga sebaliknya. Tapi, aku bisa apa? Bukan kah semua ini fitrah? Aku sama sekali tak bisa meyakinkan diriku sendiri. Aku kalah dengan hatiku dan kamu tau hatiku memilihmu.


Aku mengerti betul dengan segala resiko yang ada didepan sana. Ketika aku berani mencintaimu sudah pasti aku juga berani untuk menerima sakit dan kecewa. Aku berupaya sekuat-kuatnya untuk tidak terlalu berharap padamu, karena aku tau berharap selain dari-NYA itu jauh lebih sakit.

Kamu tau, dengan mencintaimu aku belajar banyak hal. Bahwa cinta yang sebenarnya adalah sesungguhnya tulus, sebenar-benarnya ikhlas dimana dia hanya tau memberikan semua yang terbaik tanpa mengharapkan sedikitpun balasan dari yang dicintai. Aku belajar untuk menjadi wanita yang berani, wanita yang cerdas, wanita yang tidak hanya sekedar menunggu tanpa ketidak pastian. Aku belajar untuk lebih menghargai diriku sendiri, jujur apa adanya karena aku juga berhak untuk bahagia.

Aku belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik.Aku terus berdoa tanpa lelah, karena aku yakin & percaya hanya itu yang mampu menrubah segalanya menjadi mungkin. Yang aku tau saat ini hanya terus memperbaiki diri, selebihnya aku ihklaskan kepada DIA sang pemilik segala-NYA.

Aku merindukanmu dalam setiap do'a ku. Aku tau untuk menjadi wanita yang akan mendampingimu itu memang tidak akan mungkin. Kamu punya banyak hal yang diidamkan banyak wanita tapi, bukan berarti aku bertanggapan bahwa kamu sempurna. Karena aku tau, itu sebabnya aku harus meyakinkan diriku terlebih dahulu.

Mungkin kamu beranggapan aku terlalu memaksakan diri. Bukan, kamu salah ini bukan memaksakan diri namanya ini semua bagian dari upayaku untuk merayu Tuhan agar memberikan hatimu untukku. Aku tidak memikirkan hasil akhirnya seperti apa yang aku tau berusaha semampuku.

Kamu harus tau aku ini bukan wanita yang mudah menyerah begitu saja, ketika aku gagal disatu jalan maka aku akan cari jalan yang lain. Aku tidak peduli seberapa besar rintagannya selagi jalan itu baik dan tidak lari dari ketentuan-ketentuanNYA. Baiklah sayang, aku akan jelaskan sosok wanita seperti apa yang mencintaimu ini.

Aku ini wanita sederhana, aku bukan wanita kekinian yang selalu update tentang segala hal, aku berparas biasa saja, tidak secantik mereka yang ada di luar sana tapi, percayalah aku punya banyak hal yang mungkin mereka tidak punya. Sayang, aku wanita yang sederhana ini hanya ingin menjadi bagian dari hidupmu, menjadi ibu dari anak-anak mu. Aku hanya ingin menemanimu, mendampingimu dan menggenggam tanganmu dalam kondisi apapun. Terlalu berlebihan kah keinginan ku ini?

Aku percaya dan sangat menghargai apa yang sudah kau katakan bahwa saat ini banyak hal yang harus kau dahulukan terlebih dahulu karena itu adalah bagian dari tanggung jawabmu. Tenanglah, aku tidak akan menggangumu tetaplah berjalan sebagaimana mestinya. Raihlah cita-citamu, raihlah keinginanmu, tuntaskan tanggung jawabmu, nikmati kesendirianmu. Teruslah melangkah sampai kau tau dimana dan kapan kau harus berhenti. Aku percaya kau mampu. Cukuplah bagiku merindukanmu dengan air mata dalam setiap bait doaku untukmu.

Tetaplah tinggal di hatiku entah sampai kapan. Aku hanya bisa mendoakanmu semoga apa yang kau inginkan tercapai. Percayalah, aku tidak akan berhenti berdoa untukmu, aku berhenti mendoakanmu ketika aku tau kau benar-benar sudah menjadi milik orang lain.

Terima kasih, telah mengajarkan aku banyak hal bahkan sejak pertama kali aku bertemu denganmu dan melihatmu. Suatu saat aku ingin menjabat tanganmu itu saja.

Akan terjadi hal yang Menghindarkanmu dari Sesuatu yang Tidak Pantas, Apakah Masih Pantaskah Kamu Untuk Diperjuangkan?


Seberapa pantaskah kamu harus aku pertahankan? Dari awal pertemuan, aku sudah merasakan ada perasaan yang berbeda di antara kita. Tapi aku selalu berupaya menghindar darimu. Karena kupikir ini tidak akan baik untuk kedepannya. Tapi perasaan tetaplah perasaan, aku tidak bisa mengatur atau menghindarnya begitu saja. Hari demi hari di antara kita selalu diwarnai tanda rasa suka. Tanda-tanda yang selalu kamu berikan padaku mempudarkan niatku untuk menjauh darimu.

Sudah lama diriku tidak merasakan dibuai asmara. Aku tidak mudah memberikan hatiku untuk seseorang. Tapi entah ada apa denganmu, kenapa aku bisa memberikan hatiku untukmu padahal banyak perbedaan di antara kita. Aku tenggelam dalam rasa cintamu. Tapi dirimu terlalu dingin di perjalanan ini. Jika suka kenapa selalu aku dulu yang memulai.

Kenapa harus aku terlebih dahulu yang menyapamu. Tapi jika tidak suka, kenapa dirimu cemburu dan marah ketika aku berbicara dan terlihat akrab dengan laki-laki lain. Oh, perasaan seperti ini yang enggan aku pikirkan, tapi tetap saja terpikir di setiap malam. harga dirimu terlalu besar untuk sekedar mengungkapkan perasaan. Hanya untuk mengakui dan berterus terang rindu saja kamu tidak mau. Tak sadarkah aku ini adalah perempuan, yang harusnya kau beri kepastian dan keyakinan.

Perjalanan kita terlalu panjang, di mana ini akan berujung ataupun berakhir? Aku selalu menunggu kepastian darimu. Kita sudah berada di tengah-tengah perjalanan yang sudah kita lewati bersama, mundur tidak mungkin. Pilihannya hanya maju. Menyelesaikan persoalan sampai berlabuh. Segala perasaan mungkin telah kita rasakan, kadang bahagia, sedih, kecewa mewarnai setiap langkah kita. Siapa di sini yang akan menyerah lebih dahulu, aku atau dirimu. Bisa saja diriku yang menyerah. Karena kau harus tau cinta bisa lelah menunggu. Ternyata aku masih punya hati untuk menunggu sebuah kepastian darimu. Aku tidak mampu menyakitimu.

Masih saja chat-chat manis kita mewarnai hari-hari. Kita masih sama-sama mengayuh perahu yang berada di tengah laut ini. Ditengah kehangatan hubungan kita, tiba-tiba dirimu mengurangi komunikasi denganku. Ada yang berbeda dari dirimu memperlakukanku dari sebelumnya. Apa arti dari semua ini? Kau menghilangkan harapanku? Kau tega menyakitiku? Dan kamu dengan tenang memamerkan seorang perempuan. Aku kecewa. Tapi ini juga kesalahanku, mungkin ini hanya harapanku saja yang berlebihan terhadapmu. Terima kasih, untuk setiap kata-kata darimu yang meyakinkanku selama ini agar aku bisa bersabar untuk bersama denganmu. Ternyata, dermaga kita berbeda.

Dari situ aku berupaya mengayuh menepi meninggalkanmu dan menjauhkanmu. Aku berpikir keras tentang apa yang terjadi pada diriku. Aku selalu kalah dalam hal ini. Ternyata benar kata hatiku waktu itu, aku harus menjauh darimu. Aku bukan seseorang yang mudah jatuh cinta. Walaupun aku lebih banyak berteman dengan laki-laki, aku selalu mempunyai batasan untuk perasaanku. Aku akan melepasmu, pergilah. Kejar dia yang lebih bisa mengerti dan memperjuangkanmu lebih dari aku.

Sampai seorang teman berkata kepadaku, "Akan ada hal yang menghindarkanmu dari sesuatu yang tidak pantas. Bangkitlah teruskan perjalananmu" Sebuah kalimat yang membuka lebar hati dan pikiranku. Aku harus tahu kapan dan siapa yang harus benar-benar aku perjuangkan. Dan aku harus siap kapan untuk melepaskan dengan tulus. Seorang laki-laki kalau tidak pandai menjaga perasaan dan sikapnya ya sama saja. Tidak perlu kamu perjuangkan. Sekuat apapun kamu berjuang, yang pergi akan tetap pergi. Sebagaimana kamu bertahan, yang pergi akan tetap pergi. Akan selalu ada hal yang menghindarkanmu jika itu memang tidak pantas, tidak baik untukku. Mau dipaksakan pasti tidak akan baik untuk selanjutnya.

Maka aku merelakanmu. Masih banyak perjuangan yang harus aku lalui. Aku harus mengayuh kembali perahu ini, sampai ke dermaga yang siap menerimaku apa adanya. Aku pikir melupakanmu dan melepaskanmu sebuah pilihan yang sangat sulit. Aku pikir aku tidak akan bahagia. Ternyata dugaanku salah, aku justru merasa lega, merasa lebih bahagia tanpa penyesalan. Karna aku menyadari penuh tidak perlu ada penyesalan untuk sesorang yang tidak pantas diperjuangkan. Dan jika memang benar dia menginginkanku, setidaknya dia akan mengambil upaya untuk itu. Bukan hanya dengan kata-kata. Semoga kamu berbahagia.